• Senin, 3 Oktober 2022

PPP Jawa Barat Klaim Kuota 30 Persen Keterwakilan Perempuan Sudah Terpenuhi

- Selasa, 23 Agustus 2022 | 20:56 WIB
Acara Training For Trainer Pendidikan Politik Perempuan PPP yang digelar DPW PPP Jawa Barat, Bandung, Selasa, 23 Agustus 2022*/  (DPW PPP Jawa Barat/ )
Acara Training For Trainer Pendidikan Politik Perempuan PPP yang digelar DPW PPP Jawa Barat, Bandung, Selasa, 23 Agustus 2022*/ (DPW PPP Jawa Barat/ )

KESATU.CO- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat mengklaim kuota 30 persen keterwakilan perempuan dalam kepengurusan partai politik sebagai syarat pendaftaran ikut serta Pemilu 2024 sudah terpenuhi.

Hal ini disampaikan Sekretaris Wilayah DPW PPP Jawa Barat Zaini Shofari saat acara Training For Trainer Pendidikan Politik Perempuan PPP yang digelar DPW PPP Jawa Barat sejak Senin, 22 Agustus 2022 sampai hari ini ( Selasa, 23 Agustus 2022).

Zaini Shofari mengatakan, saat ini PPP Jawa Barat sudah memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan dalam kepengurusa partai politik. Selanjutnya, PPP Jawa Barat akan menempatkan kader-kader perempuan potensial untuk maju di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 baik itu tingkat daerah maupun pusat.

“Kami fokus pada sinergisitas perempuan diberbagai bidang. Kita cetak untuk jadi kader perempuan tangguh. Sekecil apapun gerakan dan sumbangsih kader perempuan nantinya akan terasa di tingkat akar rumput,” kata dia, Bandung, Selasa, 23 Agustus 2022.

Baca Juga: BMKG: Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda di 6 Kabupaten dan Kota Jawa Barat

Sementara itu, Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PPP Ermalena menambahkan, pentingnya perempuan dalam mengisi kancah politik guna meningkatkan kualitas demokrasi.

Saat ini, partisipasi keterwakilan perempuan Indonesia masih sangat rendah dalam mengisi ruang-ruang publik.

Sebab itu penting pendidikan politik bagi perempuan untuk meningkatkan peran perempuan dalam setiap kebijakan publik.

Baca Juga: Luis Milla Belum Bisa Mendampingi Persib Bandung Saat Bertanding Lawan Bali United

“Pendidikan politik perempuan tidak hanya bertujuan agar perempuan memahami pembuatan kebijakan publik, tetapi juga agar perempuan mampu mempengaruhi kebijakan publik untuk memperjuangkan hak-hak rakyat,” tambah dia.

Halaman:

Editor: Fitri Rachmawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Iis Turniasih Tagih Janji Pemprov Jabar Tunaikan RPJMD

Rabu, 28 September 2022 | 09:05 WIB

Anggota DPRD Jabar Monitoring Pelaksanaan ANBK 2022

Rabu, 28 September 2022 | 08:40 WIB

Bawaslu Incar Puluhan Orang, Kamu Kah?

Rabu, 21 September 2022 | 14:47 WIB

Ono Surono Buka Lomba Inovasi Menu Berbasis Pangan Lokal

Minggu, 18 September 2022 | 13:14 WIB

Hadapi Pemilu 2024, Bawaslu Siapkan Berbagai Strategi

Rabu, 14 September 2022 | 14:58 WIB
X