• Minggu, 27 November 2022

Saksi Satker dan ASN Pemkab Bogor Mengaku Diperas Oknum BPK Jabar dalam Sidang Dugaan Suap Ade Yasin

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 08:28 WIB
Terdakwa Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin di Pengadilan Negeri Bandung Kelas IA Khusus, Jalan L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Terdakwa Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin di Pengadilan Negeri Bandung Kelas IA Khusus, Jalan L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

“Kami patungan uang pribadi dari para pimpinan sebanyak Rp200 juta dua kali penyampaian,” ungkap Yukie Meistisia Ananda kepada majelis hakim yang diketuai Hera Kartiningsih, Bandung, Senin, 15 Agustus 2022.

Baca Juga: KPJ Demonstrasi di Gedung DPRD Kota Bandung Menuntut 3 Hal ini

Selain kepada Yukie Meistisia Ananda selaku Wakil Direktur RSUD Ciawi. Aksi oknum BPK Jabar yang meminta uang ini pun dilakukan terhadap satker lainnya di lingkungan Pemkab Bogor.

Satu diantaranya, Mujiyono Kasubbag, Keuangan Kecamatan Cibinong. Ia juga mengaku diminta sejumlah uang oleh oknum BPK dan diminta uang operasional sebanyak 10 persen dari nilai proyek senilai Rp9 Miliar. Namun dalam perjalanannya terjadi tawar menawar sehingga hanya terpenuji Rp 50 juta.

“Akhirnya kami iuran dari lurah lurah, untuk membayarnya,” ungkap Mujiono.

Baca Juga: KPJ Demonstrasi di Gedung DPRD Kota Bandung Menuntut 3 Hal ini

Lalu, permintaan uang yang dilakukan BPK Jabar pun merambat ke Dinas Pendidikan dan satuan non kedinasan yaitu, Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Bogor.

Sekretaris KONI, Rieke Iskandar mengaku dirinya ditelepon Ihsan untuk meminta uang operasional Rp 150 juta. Namun pihaknya sempat menolak karena tidak ada uang, dalam tawar menawar akhirnya pihak KONI hanya menyerahkan Rp 50 juta.

“Kami berlaga lupa saja, kalau tidak minta lagi, ya sudah,” ungkap dia.

Baca Juga: KPJ Demonstrasi di Gedung DPRD Kota Bandung Menuntut 3 Hal ini

Halaman:

Editor: Fitri Rachmawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X