• Senin, 3 Oktober 2022

Saksi Satker dan ASN Pemkab Bogor Mengaku Diperas Oknum BPK Jabar dalam Sidang Dugaan Suap Ade Yasin

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 08:28 WIB
Terdakwa Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin di Pengadilan Negeri Bandung Kelas IA Khusus, Jalan L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Terdakwa Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin di Pengadilan Negeri Bandung Kelas IA Khusus, Jalan L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

KESATU.CO-Kurang lebih 11 orang saksi ASN dan Satuan Kerja (Satker) dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor hadir dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap yang melibatkan Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin alias Ade Yasin.

Sebelas orang saksi terdiri dari ASN dan Satuan Kerja (Satker) dilingkungan Pemkab Bogor tersebut memberikan kesaksiannya bahwa mereka diperas oleh oknum BPK Jabar.

Oknum BPK Jabar diketahui aktif meminta sejumlah uang kepada Satker termasuk ASN yang ada di lingkungan Pemkab Bogor.

Baca Juga: Kasus Suap Ade Yasin, Terungkap Oknum BPK Jabar Aktif Meminta Uang ke ASN hingga Satker

Menurut sejumlah kesaksian para saksi terungkap oknum BPK Jabar tanpa malu-malu meminta sejumlah uang berkisar puluhan hingga ratusan juta kepada Satker dan para ASN di Pemkab Bogor.

Dalam aksinya, oknum BPK Jabar tersebut meminta uang dengan kode fotokopian. Sehingga tak tampak peranan Bupati Bogor, Ade Yasin.

Salah satu saksi yang mengungkapkan pemerasan oknum BPK Jabar tersebut yakni, Wakil Direktur RSUD Ciawi, Yukie Meistisia Ananda. Ia sebagai saksi pertama dalam persidangan kasus suap yang melibatkan Bupati Bogor.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Selasa 16 Agustus 2022, di Jawa Barat Hujan Sepanjang Hari

Yukie Meistisia Ananda mengungkapkan oknum Badan Pemeriksaan Keuangan Jabar sempat meminta uang Rp200 juta. Ia mengaku diminta uang oleh oknum BPK Jabar melalui Ihsan Ayatullah. Sehingga bersama para direktur lain menyiapkan dana Rp 200 juta.

Kepada majelis hakim, Yukie Meistisia Ananda mengaku terpaksa memenuhi permintaan tersebut karena tengah diperiksa BPK sehingga tidak ada temuan.

Halaman:

Editor: Fitri Rachmawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X