• Kamis, 26 Mei 2022

Wantimpres Habib Luthfi bin Yahya Silaturahmi Kebhinekaan di Tasikmalaya

- Rabu, 26 Agustus 2020 | 21:59 WIB
IMG-20200826-WA0121
IMG-20200826-WA0121

KESATUCO - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Habib Luthfi bin Yahya bersilaturahmi Kebinekaan di Kota Tasikmalaya, Rabu (26/08/2020).

Dalam silaturahmi itu, Habib Luthfi mendatangi tiga tempat ibadah, masjid agung, kelenteng, dan gereja.

Kegiatan tersebut bertajuk Silaturahmi Kebhinekaan bersama Sesepuh dan Wantimpres untuk Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan.

Dalam sambutanya, Luthfi mengatakan selama ini Tasikmalaya itu hebat karena bisa menjaga keberagaman umat beragama yang terjalin sejaj ratus tahun lalu.

Menurutnya, daerah yang terkenal di Tasikmalaya adalah syiar Islam Syekh Abdul Muhyi di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Tasikmalaya.

"Kehidupan kita tidak lepas dari apa yang dilihat dan didengar oleh yang maha kuasa. Para leluhur yang menciptakan kerukunan, keharmonisan dan kebersamaan terikat dalam persatuan yang sudah dirintis sejak dulu,"kata Habib Luthfi, di Masjid Agung Kota Tasikmalaya.

Habib meminta kepada seluruh masyarakat di Tasikmalaya yang terkenal dengan sebutan kota santri untuk tetap menjaga keharmonisan antar umat beragama.

Apalagi, kebersamaan dalam bingkai persatuan dan kesatuan itu merupakan satu kekuatan dalam membangun sebuah daerah demi meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

"Kekompakan persatuan dan kesatuan dan
sesuai tugasnya masing-masing serta saling menghormati,"ujar dia.

Dia menambahkan, menjaga keberagaman umat beragama untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa yang majemuk merupakan salah satu upaya umat yang religius.

"Pendidikan kebersamaan dan kekompakan ini sudah diajarkan oleh para leluhur kita. Tidak ada yang bertikai sejak dulu. Itu yang diajarkan Islam," tambah Ulama asal Pekalongan tersebut.
Harmonis

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengatakan, kebersamaan saling menjaga keharmonisan antar umat beragama di wilayahnya dibuktikan dengan mampunya daerah menghindari penyebaran covid-19 selama ini.

Apalagi selama ini wilayahnya dikenal sebagai kota santri yang memiliki 237 pondok pesantren yang tersebar di 69 kelurahan di 10 kecamatan.

"Komunikasi kebersamaan dengan FKUB, situasi empat bulan lamanya yang dirasakan semua. Alhamdulillah Kota Tasikmalaya masih di zona kuning dengan risiko rendah. Perbedaan di Kota Tasikmalaya lewat kebersamaan dan toleransi menjadi kunci sukses Tasikmalaya yang religius,"kata budi.

Walikota berterimakasih atas kedatangan anggota Wantimpres sekaligus tokoh agama dari Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia tersebut. Apalagi, isu memperkuat persatuan dan kesatuan selalu diutamakan dalam kunjungannya ke beberapa daerah selama ini.

"Kebersamaan jadi kunci dalam menghindari penyebaran covid-19," pungkasnya.

Editor: Andri B

Tags

Terkini

X