• Senin, 3 Oktober 2022

Cara Mencegah Penyakit Kardiovaskular hingga Jantung Pada Anak dan Dewasa, Begini Penjelasannya

- Selasa, 12 Juli 2022 | 15:30 WIB
Serangan jantung saat sendirian dapat membuat seseorang merasa tak berdaya. Ada hal boleh dan tidak boleh saat serangan jantung terjadi.ilustrasi (Shutterstock)
Serangan jantung saat sendirian dapat membuat seseorang merasa tak berdaya. Ada hal boleh dan tidak boleh saat serangan jantung terjadi.ilustrasi (Shutterstock)

KESATU.CO- Guru besar Departemen Ilmu Kesehatan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia atau UI, Prof Dr dr Sukman Tulus Putra mengatakan, pada umumnya manifestasi klinis penyakit kardiovaskular atau PKV hingga penyakit jantung terjadi pada usia dewasa dan lanjut sebelum umur 60 tahun.

Namun, proses pathogenesis aterosklerosis yang menyebabkan penyakit kardiovaskular dan penyakit jantung telah terjadi sejak usia dini terutama pada masa anak dan masa remaja.

“Dengan demikian, faktor risiko penyakit kardiovaskular dan penyakit jantung sudah dapat dideteksi pada masa anak dan remaja yang sangat terkait dengan progresivitas proses aterosklerosis pada usia remaja dan dewasa,” tutur Prof Dr dr Sukman Tulus Putra dalam siaran pers yang diterima KESATU.CO di Jakarta, Selasa, 12 Juli 2022.

Baca Juga: Waspada Anak Sekolah hingga Dewasa Paling Berisiko Terkena Penyakit Kardiovaskular

Oleh sebab itu jelas Prof Dr dr Sukman Tulus Putra, deteksi faktor risiko penyakit kardiovaskular dan penyakit jantung secara individual dan intervensi pada masa anak dan remaja merupakan strategi yang sangat penting untuk menurunkan risiko PKV pada usia dewasa.

“Identifikasi dan intervensi terhadap faktor-faktor tersebut pada anak dan remaja merupakan upaya untuk mencegah dan menurunkan kejadian PKV termasuk penyakit jantung coroner,” jelas dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, terdapat 3 fokus utama yang dapat mencegah faktor risiko kardiovaskular hingga penyakit jantung pada anak dan remaja.

Baca Juga: FK UI Sebut di 2030 Penyakit Kardiovaskular Jadi Penyebab Kematian Terbanyak di Indonesia

Tiga fokus utama yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit kardiovaskular hingga penyakit jantung tersebut diantaranya;

1. Nutrisi
Pemberian nutrisi berupa pemberian ASI eksklusif sejak bayi lahir sampai usia 6 bulan ternyata membuat anak tersebut saat remaja mempunyai ketebalan tunika intima media arteri karotis lebih tipis, dan berbeda secara bermakna dibandingkan pada remaja yang pada masa bayi minum susu formula atau ASI kurang dari 4 bulan.

Halaman:

Editor: Fitri Rachmawati

Sumber: IDAI, PB IDI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Makanan Wajib Bagi Penderita Diabetes

Rabu, 3 Agustus 2022 | 10:15 WIB

5 Ciri Kamu Sedang Mengalami Depresi

Senin, 1 Agustus 2022 | 10:55 WIB

Gejala Kolesterol Tinggi yang Patut Diwaspadai

Minggu, 10 Juli 2022 | 16:36 WIB
X