• Selasa, 18 Januari 2022

Komunitas Tionghoa Peduli Sumbang Rp100 Juta Untuk Korban Bencana NTT

- Jumat, 16 April 2021 | 11:30 WIB


KESATUCO. Komunitas Tionghoa Peduli salurkan bantuan uang tunai Rp100 juta untuk korban bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT). Proses penyaluran bantuan tersebut, dibantu Kodam III Siliwangi.

Tokoh Komunitas Tionghoa Peduli Djoni Toat mengatakan, uang tunai tersebut bisa membantu memenuhi kebutuhan dasar korban banjir bandang di pengungsian. Menurutnya, bantuan uang tunai tersebut lebih efektif ketimbang logistik ataupun makanan.

"Saya melihat, kalau logistik akan kesulitan dalam pengirimannya. Jadi, bantuannya kita salurkan secara tunai. Proses penyalurannya, kita percayakan kepada Kodam III Siliwangi," ujarnya di Gedung Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP) Kota Bandung, Jumat (16/4/2021)

Dirinnya berharap, bantuan tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat terdampak bencana di NTT. Terutama dalam meringankan beban mereka.

"Mudah mudahan bantuan kami ini, dapat meringankan beban masyarakat di NTT," ucapnya.

Pangdam III Siliwangi Mayjend TNI Nugroho Budi Wiryanto mengatakan, bantuan uang tunai dari luar pulau dinilai lebih efektif. Sehingga, bisa menyesuaikan dengan kebutuhan logistik dan makanan bagi para korban.

"Alhamdulillah bisa membantu masyarakat. Bantuan ini langsung dikirim ke (NTT) sana," ungkapnya.

Sekadar diketahui, berikut rincian korban bencana banjir bandang di NTT :

-Kabupaten Flores Timur: 71 warga meninggal, lima hilang, 61 terluka, dan 1.361 orang mengungsi. Sebanyak 126 rumah rusak.

-Kabupaten Lembata: 46 orang meninggal, 22 orang hilang, 49 terluka, dan 2.345 orang mengungsi. Sebanyak 689 rumah rusak. -Kabupaten Alor: 28 orang meninggal, 13 hilang, 25 warga luka-luka. Untuk warga yang mengungsi belum didata karena lokasi bencana terisolasi. Sebanyak 127 rumah rusak.

-Kabupaten Kupang: 14 orang meninggal. 5.460 orang mengungsi dan 6.546 rumah warga rusak.

-Kabupaten Malaka: enam orang meninggal dunia, enam orang luka dan 5.326 orang mengungsi. dan 428 rumah hanyut.

-Kota Kupang: enam orang meninggal, delapan terluka dan 1.285 orang mengungsi. Rumah warga yang rusak mencapai 7.813 rumah rusak.

-Kabupaten Sabu Raijua: dua warga meninggal dan lima orang hilang. Sedangkan rumah yang rusak sebanyak 4.777 unit. -- Kabupaten Ende: satu orang meninggal, 350 kepala keluarga terdampak, 80 rumah rusak.

-Kabupaten Sikka: satu orang meninggal dan 982 orang terdampak.

-Kabupaten Ngada: satu orang terluka dan enam unit rumah warga rusak.

-Kabupaten Rote Ndao: satu orang terluka, 1.072 orang mengungsi dan 3.814 rumah warga rusak.

-Kabupaten Belu: 272 orang mengungsi, 1.958 orang terdampak dan 24 unit rumah rusak.

-Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU): 620 jiwa terdampak dan 150 rumah rusak berat.

-Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS): 708 orang mengungsi, 5.198 warga yang terdampak.

-Kabupaten Sumba Barat: 284 orang terdampak.

-Kabupaten Sumba Timur: 7.212 jiwa mengungsi dan 15.462 kepala keluarga terdampak.

-Kabupaten Manggarai: 87 orang mengungsi, 678 terdampak dan 225 rumah warga rusak.

-Kabupaten Sumba Tengah: 21 warga terdampak.

Editor: Fajar Sidik Supriadi

Tags

Terkini

Tetap Berbagi di Tengah Pandemi Covid 19

Jumat, 26 November 2021 | 10:20 WIB

Masyarakat Adat di Sukabumi Antusias Divaksinasi

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 21:18 WIB

KUPK Cilangla Blusukan ke Masyarakat, Ada Apa Ya?

Jumat, 24 September 2021 | 21:57 WIB

HPN 2021, Doni Monardo Akan Dianugerahi Medali Emas

Selasa, 9 Februari 2021 | 06:00 WIB
X